sambil menenggak sebotol mimpi
dari air mata orang-orang kelaparan
aku teringat sejarah kemerdekaan
yang berawal dari timbunan mimpi
untuk menjadi diri sendiri
telah lewat enampuluh tahun usia
kita telah beralih wajah
makin menjadi orang lain
hingga menjadi asing di rumah sendiri
mimpi juga telah beralih nama
dalam pasal dan ayat undang-undang
yang ditukar dengan tumpukan rupiah
di jalanan amarah bertebaran tanpa arah
ketidakberdayaan menjadi sarapan sehari-hari
pendidikan mahal dianggap […]
baca selengkapnya |
No Comments »
BANDA ACEH, JUMAT–Sastrawan dan budayawan WS Rendra mengatakan, Aceh merupakan pelopor bahasa Melayu baru yang diperkenalkan Hamzah Fansyuri, ahli tasawuf pertama yang menggunakan bahasa Melayu dalam sastra.
“Dari Aceh inilah banyak orang tekun berusaha menerjemahkan bahasa-bahasa dari Arab, India, Parsi sehingga semakin matang menjadi sastra yang tinggi. Hal itu pertama kali terjadi pada masa Hamzah Fansyuri,” […]
baca selengkapnya |
No Comments »
Senin, 25/8/2008 | 16:25 WIB
JAKARTA, SENIN –Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (27/8) di Gedung Kesenian Aisah Sulaiman, menggelar lomba baca puisi terbuka untuk penyair.
Lomba bertajuk Tarung Penyair Panggung ini, diikuti antara lain Machzumi Dawood, Tusiran Suseno, Hoesnizar Hood, Lawen Newal, Teja Alhabd, Bhinneka Surya, Efiar M Amin, Said Parman, Safaruddin dan Heru Untung Laksono.
Ketua […]
baca selengkapnya |
No Comments »
suara yang kubiarkan menyusup
di pori-pori pagi
dengan desah yang pasti tak sengaja kau buat
adalah embun yang luput dari matahari
setiap hari kuhadapi pertarungan
bukan untuk meraup menang atau kalah
tapi untuk mengolah kehidupan
kalau saja kau tahu
suaramu bagai simfoni dengan harpa
yang membuatku makin tahu
bahwa lelah dan kalah
bisa menjadi teman jiwa yang dahaga
pagi, 22agustus08
baca selengkapnya |
No Comments »
(Undangan Terbuka Reboan #5. Wapres Bulungan, 27 Agustus 2008, pkl. 19.00 - selesai)
Orang merdeka bisa diartikan sebagai orang yang bebas berkumpul dan berpenda-
pat. Oleh karena itu, kami dari PaSaR Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam), me-
ngundang anda kembali untuk hadir dan menikmati suguhan musik dan puisi serta
berbincang-bincang tentang sastra dan komunitas terutama komunitas cyber yang
sedang “ngetrend”. […]
baca selengkapnya |
No Comments »
Rabu, 13/8/2008 | 17:41 WIB
JAKARTA, RABU–Penyair Sutardji Calzoum Bachri asal Provinsi Riau yang pada tahun 1973 menyebut dirinya sebagai” Presiden Penyair Indonesia” meraih penghargaan bergengsi “Achmad Bakrie” 2008 atas jasanya terhadap bidang sastra.
“Sutardji menggunakan bahasa Indonesia yang modern tapi juga kuno,” kata juru bicara tim juri, Hamid B kepada pers di Jakarta, Rabu, ketika […]
baca selengkapnya |
No Comments »
mata yang menancapkan gelisah
mengusir bait yang baru tiba
jadilah puisi yang tak utuh
tapi di rimbun alismu
banyak kata yang belum kupetik
meski isyarat itu tampak jelas
seperti gerimis yang rintik
sambil terus bicara tentang malam
diselingi tanya yang diam
kutata lagi bait yang tadi
biar sunyi bergegas pergi
pagi,12agt08
baca selengkapnya |
No Comments »
pesanan sudah tiba
salad kata dan segelas huruf
melengkapi asbak yang penuh
dengan puntung gelisah
pagi,12agt08
baca selengkapnya |
No Comments »
Terus terang, ulasan Dursilawati Ilenk binti Sang Hyang Narada akan
‘Sepasang Sepatu Sendiri Dalam Hujan’ yang sudah meluncur di milis
belum pernah saya baca. Baru pagi ini mencoba nyimak di kompas.com
(http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/08/12/2103526/menyemir.sepasang.s\
epatu.sendiri.dalam.hujan).
Terus terang, resensi ini jadi kriuk-kriuk dikunyah, malah kadang
seperti empang di dekat rumah Pakcik yang dinaungi rimbunan pohon
bambu di sekitarnya. Resensi model begini jadi ‘alat jualan’ yang […]
baca selengkapnya |
No Comments »
Oleh: ilenk_rembulan
Satu lagi buku kumpulan sajak dari para sahabat tercinta datang di dadaku dalam sejuk senja penuh keriuhan di ujung selatan Jakarta. Di sela asap bakar ayam dan kental rawon dan canda ria para Kurawa Pasar Malam, Sepasang Sepatu Sendiri Dalam Hujan di lepas dengan damai oleh salah satu penyairnya Maulana “Pakcik” Achmad dalam tanganku.
Buku […]
baca selengkapnya |
No Comments »